Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp2,7 Triliun

Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp2,7 Triliun

--

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk. FOTO: Dok. Kabarkansaja

Jakarta, Kabarkansaja.com  - Hingga kuartal tiga 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha, terutama dari bisnis pengelolaan jalan tol. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, capaian keuangan tersebut mencerminkan upaya perseroan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

"Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi," ujarnya.

Sementara pendapatan usaha Jasa Marga sepanjang sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp15,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 7,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY). Pendapatan tersebut terutama berasal dari pendapatan tol yang mencapai Rp14,3 triliun, meningkat 6,8% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha lain tercatat sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh lebih tinggi, yakni 21,5% (YoY).

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, emiten pengelola jalan tol tersebut membukukan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin EBITDA mencapai 67%. Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan volume transaksi kendaraan di jaringan jalan tol yang dikelolanya mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III/2026. Adapun lalu lintas harian rata-rata (LHR) tercatat sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.

Perseroan saat ini mengoperasikan 1.294 kilometer (km) jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 km. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 42% dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Pengembangan jaringan juga berlanjut. Memasuki Oktober 2026, Jasa Marga mulai mengoperasikan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Segmen Gending–Paiton sepanjang 24 km dengan tarif. Dengan tambahan ruas tersebut, total panjang jalan tol yang beroperasi mencapai 1.318 km.

Selain itu, perseroan masih mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, serta Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo. Di sisi layanan, Jasa Marga memperkuat transformasi operasional melalui tiga pilar, yakni Protect the Journey, Support the Journey, dan Inform the Journey. Strategi tersebut mencakup pemeliharaan infrastruktur berbasis teknologi, peningkatan fasilitas tempat istirahat, serta penyediaan informasi dan pengendalian lalu lintas secara terintegrasi.

Perseroan juga mendukung kebijakan pemerintah menuju Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027 melalui penyediaan fasilitas Weigh In Motion (WIM). Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi beban kendaraan angkutan barang dan diintegrasikan dengan system

Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) Kementerian Perhubungan serta Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri.

 

Menjelang akhir tahun, Jasa Marga katanya turut mempersiapkan operasional untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Persiapan dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan lalu lintas, kesiapan petugas, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan. (AHM)