Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
--
Jakarta, Kabarkansaja.com - Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono saat memberikan sambutan pada tasyakuran dan halalbihalal dalam rangka milad ke-34 Bank Muamalat di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Bank Muamalat memperingati milad ke-34 pada 1 Mei 2026. Tema milad tahun ini, “Hijrah Lebih Bermakna”, menjadi refleksi atas perjalanan panjang sekaligus arah masa depan yang ingin dituju. Melalui transformasi yang berkelanjutan, Bank Muamalat memperkuat layanan, mengembangkan kapabilitas digital, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah.
Perjalanan yang bernilai tidak ditempuh sendiri, ia tumbuh dari kebersamaan yang saling menguatkan dan memberi manfaat.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menegaskan, perseroan terus bergerak maju melalui transformasi yang berkelanjutan.
Inovasi tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan produk, tetapi sebagai upaya menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan dan bermakna dalam setiap fase kehidupan nasabah.
“Melalui transformasi yang berkelanjutan, kami memperkuat layanan, mengembangkan kapabilitas digital, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah. Kami meyakini, perjalanan yang bernilai tidak ditempuh sendiri, ia tumbuh dari kebersamaan yang saling menguatkan dan memberi manfaat,” ujar Imam.
Kehadiran Bank Muamalat selama lebih dari tiga dekade telah memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi syariah di Indonesia.
Karena itu, keberlanjutan institusi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab internal, tetapi juga amanah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus dijaga, diperkuat, dan dikembangkan.
Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, Bank Muamalat menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun UMKM, yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.
Pendekatan ini sejalan dengan jati diri Bank Muamalat sebagai bank milik umat, yang berkomitmen menghadirkan manfaat melalui implementasi prinsip maqashid syariah.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Bank Muamalat juga terus mempererat sinergi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) selaku pemegang saham pengendali.
Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan haji yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, mulai dari pengelolaan dana, pembiayaan, layanan transaksi, hingga pengembangan produk berbasis kebutuhan jemaah.
Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas.
“Pada akhirnya, keberhasilan tidak semata diukur dari angka-angka finansial, tetapi dari seberapa besar manfaat yang kita hadirkan. Inilah esensi maqashid syariah bahwa setiap produk, layanan, dan keputusan harus bermuara pada kemaslahatan umat,” tambah Imam.