BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi Dalam Sejarah

BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi Dalam Sejarah

--

Jakarta, Kabarkansaja.com - Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan (tengah), Direktur Risk Management BNI David Pirzada (kiri), dan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena (kanan) berbincang sebelum paparan kinerja Q3/Kuartal III 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 11,6% secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal tersebut.

Sementara, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BNI tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp33,2 triliun, sedangkan fee-based income meningkat 8,3% YoY menjadi Rp13,9 triliun. Di tengah tekanan margin dan kebutuhan pencadangan yang memadai, BNI tetap membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,6% YoY menjadi Rp16,1 triliun. 

Berita selengkapnya:

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 11,6% secara tahunan (year on year/YoY). 

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal III, mencerminkan ketahanan fundamental perseroan di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan margin industri perbankan.