Laba Bersih Krom Bank Indonesia Tumbuh 25,25%

Laba Bersih Krom Bank Indonesia Tumbuh 25,25%

--

Jakarta, InvestorDailyOnline.com - Di kuartal III 2026, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp157,91 miliar atau meningkat 25,25% dibandingkan Rp126,08 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta.

Pertumbuhan laba Krom Bank ditopang oleh ekspansi kredit, kenaikan pendapatan bunga bersih, serta pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup kuat. Sementara pendapatan bunga bersih Krom Bank mencapai Rp2,13 triliun. Nilai tersebut naik 67,72% dibandingkan Rp1,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi bisnis, penyaluran kredit terus menjadi salah satu penggerak utama kinerja. Kredit yang diberikan Krom Bank mencapai Rp11,66 triliun, tumbuh 46,48% dari Rp7,96 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan penghimpunan dana nasabah. Total DPK mencapai Rp13,43 triliun, melonjak 92,68% dari Rp6,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan dana murah juga menjadi perhatian Krom Bank. Posisi current account savings account (CASA) mencapai Rp3,07 triliun, meningkat sekitar 124,09% dibandingkan Rp1,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi pendapatan, kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan laba.

Per September 2026, laba sebelum pajak Krom Bank mencapai Rp202,44 miliar, naik 25% dari Rp161,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan, mengatakan perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan tata kelola risiko dan pengelolaan aset.“Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari seberapa cepat pertumbuhan dicapai, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan tersebut,” ujar Anton.

Disampaikannya, pertumbuhan kredit tetap diarahkan agar berjalan sejalan dengan penguatan fundamental, penerapan manajemen risiko yang prudent, kualitas aset yang terjaga, serta kecukupan modal dan likuiditas.

“Krom Bank, pertumbuhan harus berjalan selaras dengan penguatan fundamental, penerapan manajemen risiko yang prudent, kualitas aset yang terjaga, serta kecukupan modal dan likuiditas,” katanya.

Sejalan dengan ekspansi bisnis, total aset Krom Bank mencapai Rp17,64 triliun per September 2026. Jumlah tersebut tumbuh 65,32% dari Rp10,67 triliun pada September 2025. Krom Bank juga terus melakukan diversifikasi produk untuk memperkuat basis nasabah dan pendanaan. Pada 2026, perseroan memperluas layanan melalui debit card yang diluncurkan secara bertahap dan ditargetkan dapat diakses seluruh nasabah dalam waktu dekat. (AHM)