BNI Bawa Tiga UMKM Binaan ke Bulan Koperasi Indonesia 2026
--
Jakarta, Kabarkansaja.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan tiga usaha mikro, kecil, dan menengah binaan dalam ajang Bulan Koperasi Indonesia 2026. Partisipasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses promosi, jejaring bisnis, dan pasar bagi pelaku usaha.
Ketiga UMKM tersebut adalah JABEKS, RUMSIDISMA, dan Kopinang Indische Koffie. Mereka memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung, pelaku koperasi, calon pembeli, serta mitra bisnis yang hadir dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional tersebut.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho mengatakan, keikutsertaan UMKM binaan menjadi bagian dari upaya perseroan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan daya saing.
"BNI meyakini bahwa UMKM merupakan salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendampingi UMKM agar mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas usaha, dan memperkuat daya saing melalui berbagai ajang promosi seperti Bulan Koperasi Indonesia 2026," ujar Eko dalam keterangan tertulis.
JABEKS merupakan usaha kuliner yang bermula dari produksi kue cincin dan kue cucur, kemudian berkembang dengan menghadirkan beragam jajanan khas Betawi. Pendampingan kepada usaha tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.
Sementara itu, RUMSIDISMA menjadi wadah pengembangan keterampilan dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas sejak 2007. Hingga kini, lebih dari 120 penerima manfaat terlibat dalam pembuatan produk kuliner dan kerajinan.
Melalui program BNI Berbagi, perseroan mendukung perluasan akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan RUMSIDISMA. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif.
BNI juga menghadirkan Kopinang Indische Koffie, UMKM kopi asal Boyolali yang bergabung dalam program BNI Xpora sejak 2021. Produk Kopinang telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Jerman, Chile, Australia, Taiwan, Inggris, Thailand, Korea Selatan, Filipina, dan Kanada.
Eko menjelaskan, pemberdayaan UMKM dilakukan melalui pendekatan yang mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi, dan pembukaan akses pasar. Bagi pelaku usaha berorientasi ekspor, dukungan tersebut antara lain diberikan melalui BNI Xpora.
Bulan Koperasi Indonesia 2026 mengusung tema Koperasi Generasi Baru atau The Next Gen Coop. Ajang yang dihadiri sekitar 20.000 peserta itu menghadirkan pameran koperasi dan UMKM, pertemuan bisnis, publikasi media, serta sejumlah kegiatan pendukung lainnya.
Kehadiran dalam ajang tersebut memberi kesempatan kepada UMKM binaan BNI untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, dan menjajaki potensi kerja sama dengan calon pembeli maupun mitra usaha.
Melalui pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar, BNI berupaya membantu lebih banyak UMKM meningkatkan skala usahanya. Penguatan daya saing UMKM tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap ekonomi kerakyatan dan perekonomian nasional. (K1/*)
