Index CFX10 Diluncurkan
--
Jakarta, Kabarkansaja.com - Dari kiri ke kanan, Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan Adi Budiarso, Komisaris Cfx Hoesen, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama Cfx Subani, Menteri Perdagangan Budi Santoso M.Si, Wakil Direktur Utama Arsari Group Aryo Djojohadikusumo, Komisaris Utama Cfx John A. Prasetio, Ketua Komisi Xi Dewan Perwakilan Rakyat RI Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H., Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Hasan Fawzi foto bersama saat peluncuran Index CFX10 di Jakarta, Senin (8/6/2026).
PT Central Finansial X (CFX) meluncurkan indeks kripto pertama di Indonesia, CFX10, yang mencakup 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Indeks CFX10 bertujuan memberikan acuan komprehensif bagi investor untuk memahami pergerakan pasar kripto nasional dan menghindari persepsi keliru dari pergerakan satu token tertentu. CFX10 akan dievaluasi setiap tiga bulan untuk menjaga relevansi, dan berpotensi menjadi dasar pengembangan.
Memanfaatkan momentum strategis perayaan hari jadinya yang ketiga, pionir bursa aset kripto berizin di Indonesia, PT Central Finansial X (CFX), kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan ekosistem keuangan digital nasional. Hal ini diwujudkan dalam rangkaian puncak CFX Crypto Conference (CCC) 2026 melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat institusi pendidikan tinggi terkemuka, serta penganugerahan Ksatria CFX 2026 kepada para Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).
Bursa Kripto CFX menggandeng Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Politeknik Keuangan Negara STAN sebagai mitra kolaborasi strategis dalam meningkatkan literasi aset kripto di kalangan generasi muda. Selain itu, kerja sama ini turut dirancang untuk menyatukan kebutuhan industri aset kripto yang berkembang pesat dengan pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta inovasi teknologi di lingkungan akademisi.
Melalui kolaborasi ini, Bursa Kripto CFX dengan masing - masing lembaga pendidikan tinggi tersebut telah berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, keahlian, dan fasilitas yang dimiliki demi kemajuan ekosistem keuangan digital nasional.
Direktur Utama CFX, Subani, menekankan bahwa maksud dari kesepakatan ini adalah menciptakan landasan kuat untuk mengembangkan penyelenggaraan perdagangan asset keuangan digital termasuk aset kripto.
“Bagi kami, edukasi dan literasi mengenai aset kripto bukan sekadar kampanye literasi di atas kertas, tapi harus bersifat struktural. Penandatangan nota kesepahaman tersendiri dengan UI, dengan UGM, dan dengan STAN adalah langkah kongkrit kami untuk memastikan bahwa inovasi di sektor aset keuangan digital didukung oleh riset yang mendalam dan talenta-talenta terbaik bangsa,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, CCC 2026 juga menjadi ajang bagi Bursa Kripto CFX untuk kembali memberikan apresiasi kepada PAKD anggota bursa yang mencatatkan pencapaian luar biasa melalui Anugerah Ksatria CFX 2026. Penghargaan tahunan ini menjadi simbol pengakuan atas kepatuhan, inovasi, dan kontribusi nyata para PAKD dalam menumbuhkan pasar asset kripto yang sehat dan berdaya saing tinggi.
“Di sisi lain, industri ini tidak akan tumbuh tanpa dedikasi para anggotanya. Oleh karena itu, melalui Anugerah Ksatria CFX 2026, kami memberikan penghormatan tertinggi kepada para PAKD yang telah bekerja keras memajukan pasar kripto Tanah Air," pungkas Subani.