PT Bukit Asam (Persero) Tbk Kenalkan Inovasi Hasil Hilirisasi Batu Bara
Produk BA Grow “Dari Batu Bara Untuk Tanah” Menuju Ketahanan Pangan Nasional
--
Jakarta, Kabarkansaja.com – Lignite/Lignit atau batu bara muda (batu bara cokelat) paling sering dipakai sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Tapi siapa sangka kalau Lignit bisa dijadikan media kesuburan untuk sektor pertanian, yang secara nasional mampu membantu program pemerintah “Menuju Ketahanan Pangan Nasional”.
Saat ini ada empat jenis batu bara yang dikenal, yakni Peat, Lignite, Bituminus, dan Antrasit. Jenis batu bara yang umum dijadikan bahan komersial pembangkit adalah Antrasit dan Bituminus. Batu bara Antrasit berwana hitam mengkilap dengan tekstur padat dan ringan, paling tinggi kandungan karbon di dalamnya.
Sementara Bituminus yang sering digunakan sebagai bahan bakar PLTU ini berciri warna coklat kehitaman, memiliki kandungan karbon yang cukup tinggi dan sedikit kandungan air di dalamnya.
Sementara Peat, biasa dikenal sebagai batu bara yang baru/awal terbentuk, memiliki sekitar 70 – 80 persen kandungan air.
Nah, kandungan dari batu bara Lignit inilah yang saat ini sedang dikembangkan PT Bukit Asam (Persero) Tbk guna mendukung sektor pertanian dalam rangka “Menuju Ketahanan Pangan Nasional”.
Anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID itu menegaskan komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui hilirisasi batu bara bernilai tambah, dengan memperkenalkan produk BA Grow, inovasi media pendukung sektor pertanian berbahan Kalium Humat yang diambil dari batu bara Lignite.
Dalam ajang Inagritech 2026 di Jakarta International Expo pada 28 hingga 30 Juli 2026 lalu, PTBA mengusung tema "Dari Kalium Humat, Menuju Ketahanan Pangan Nusantara" dengan menghadirkan BA Grow, yang bisa dijadikan solusi membantu menyuburkan tanah pertanian.
BA Grow, menjadi salah satu produk hilirisasi batu bara yang dikembangkan sebagai soil conditioner (pembenah tanah) untuk mendukung pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Lignite umumnya dimanfaatkan untuk industri kimia dan pemanas, namun kali ini, PTBA mengambil kandungan Kalium Humat dari Lignite untuk bahan baku pupuk berbasis amonia.
Kalium Humat yang memiliki rumus molekul C9H8K2O4 ini dijadikan campuran sebagai pupuk organik, berfungsi meningkatkan kesuburan tanah. Karena sifatnya yang tidak beracun dan tidak berbau, C9H8K2O4 membantu penyerapan hara oleh akar.
“Pemanfaatan inovasi hasil hilirisasi batu bara bagi sektor pertanian ini sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional,” kata Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno kepada media beberapa waktu lalu.
