Fitch Menaikkan Asumsi Harga Komoditas, Ini Prospeknya
Untuk emas, Fitch menaikkan asumsi harga sepanjang periode proyeksi seiring lonjakan harga pasar yang didorong pembelian bank sentral serta meningkatnya alokasi investasi dari investor institusi dan ritel seiring dengan tensi geopolitik global
--
Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap ekspor bahan mentah akan semakin menguntungkan ANTM bersama Grup MIND ID karena sudah memiliki infrastruktur pengolahan (smelter feronikel) yang mapan.
Sebagai informasi, ANTM yang merupakan anggota bersama dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) saat ini memimpin kenaikan harga saham di antara emiten emas sejak awal tahun 2026. Bila dibandingkan, harga saham ANTM telah naik 9,03% year to date (ytd), dan MDKA naik 38,63% ytd per penutupan perdagangan Jumat, (27/3/2026).
Dari sisi teknikal, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mencermati sejumlah saham komoditas yang menarik untuk diperhatikan. Di antaranya PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan target harga pada kisaran 9.000-9.400, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di rentang 1.755-1.905.
"Lebih lanjut, rekomendasi harga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di kisaran 2.520-2.600, serta emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada level 2.900-3.080," kata Herditya.
Di tengah proyeksi kenaikan harga komoditas global tersebut, saham emiten tambang, termasuk yang tergabung dalam ekosistem Grup MIND ID, berpotensi memperoleh sentimen positif. Pelaku pasar dapat mencermati kondisi fundamental maupun teknikal saham tersebut sebelum mengambil keputusan investasi. (K1/Arif)