Jakarta, Kabarkansaja.com - President Director and Chief Executive Officer PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) Vikram Sinha bersama, Direktur Indosat M Danny Buldansyah, CEO of Comika Pandji Pragiwaksono, dan Founder of Narasi Najwa Shihab saat mengunjungi booth Indosat usai talkshow session day 2 Ideafest di JICC, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Pada ajang Ideafest 2026: Re-Humanize, Peran-Tara menjadi bagian dari pengalaman interaktif di booth Indosat yang menghidupkan gagasan “Heartware Inside the Hardware”.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat karya tersebut, tapi juga menjelajahi perjalanan teknologi Indosat dan berinteraksi dengan berbagai pengalaman serta mengajak melihat teknologi dari perspektif yang lebih manusiawi.
Kecerdasan artifisial (artificial intelligence) semakin pintar, perkembangan teknologi juga kian cepat. Algoritma bahkan bisa membantu mengambil keputusan. Tapi, di tengah semua itu, ada satu pertanyaan yang mungkin justru semakin relevan: kalau teknologi terus berkembang, bagaimana kita tetap menjadi manusia?
Pertanyaan inilah yang dibawa Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) ke Ideafest 2026: Re-Humanize melalui gagasan “Heartware Inside the Hardware”.
Sebuah pengingat bahwa di balik setiap hardware, sistem, algoritma, dan AI, selalu ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh mesin: manusia, dengan rasa ingin tahu, kreativitas, imajinasi, nilai, dan kebijaksanaannya untuk menentukan arah.
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan dengan cara yang lebih artistik melalui kolaborasi Indosat bersama seniman Indonesia Sarkodit, lewat karya instalasi bertajuk “Peran-Tara”.
SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Ovidia Nomia mengatakan, Peran-Tara selaras dengan peran Indosat sebagai penghubung antara teknologi terbaik dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Bagi kami, teknologi, termasuk AI, akan lebih berarti ketika membawa manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Semangat ini sejalan dengan #LebihBaikIndosat, bahwa kemutakhiran teknologi pada akhirnya harus membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia,” katanya. (K1)