Medan, Kabarkansaja.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas dukungan untuk ekosistem transaksi di lingkungan perguruan tinggi melalui peluncuran sekitar 9.800 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding bersama Universitas Sumatera Utara (USU). Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BTN dalam memperkuat bisnis transaksional sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda.
Peluncuran KTM dilakukan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) USU di Medan. Sebanyak 9.800 KTM tersebut terdiri atas sekitar 8.300 kartu bagi mahasiswa baru dari 16 fakultas dan 1.500 kartu bagi mahasiswa pascasarjana.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, yang juga merupakan alumnus USU, mengatakan, kolaborasi tersebut memiliki makna tersendiri baginya. Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Nixon mengenang dirinya pernah menjalani fase yang sama sebagai mahasiswa USU. Ia berpesan agar mahasiswa bekerja keras selama masa kuliah dan kelak dapat membanggakan keluarga.
“Mulai ke depannya mahasiswa USU akan menggunakan kartu tanda mahasiswa yang sekaligus juga berfungsi sebagai ATM. Mudah-mudahan ini menjadi ATM yang dipakai oleh adik-adik dan bisa menggunakan superapps balé by BTN, sehingga nanti banyak program promo dan diskon khusus buat mahasiswa USU,” ujar Nixon
KTM Co-Branding USU-BTN mengintegrasikan fungsi identitas mahasiswa dengan akses layanan perbankan BTN. Melalui integrasi tersebut, mahasiswa dapat memanfaatkan KTM untuk mendukung aktivitas transaksi sehari-hari serta mengakses ekosistem digital balé by BTN.
Perluas Ekosistem Transaksi
Sementara itu, di provinsi yang sama, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu (kanan) bersama Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor (kiri) menunjukkan dokumen kerja sama seusai penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama di Sumatera Utara, Jumat (14/8/2026).
BTN memperluas ekosistem transaksi di Kabupaten Pakpak Bharat melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, RSUD Salak, dan Perumda Pakpak Agro Lestari yang mencakup pengelolaan transaksi dan keuangan daerah, digitalisasi layanan, layanan ASN dan UMKM, hingga pengembangan sektor produktif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. (K1)