Jakarta, Kabarkansaja.com - Direktur Operasi PT Pos Indonesia Donny Maya Wardhana, Direktur Komersial PT Pos Indonesia Fahdel Akbar, Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara (RTN) Bahtiar, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono memperhatikan sejumlah bahan pangan yang merupakan komoditas pertanian dan perkebunan yang disediakan untuk dijual kepada pengunjung kantor pos usai Soft Launching Outlet Penjualan Komoditas Petanian Rumah Tani Agripost, Lumbung Pangan Rakyat di Kantor Pos KCU Jakarta Flora Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
PT Pos Indonesia berkolaborasi dengan RTN mengembangkan AgriPost sebagai bagian dari sistem distribusi komoditas pertanian dan perkebunan yang dihasilkan petani lokal dengan memanfaatkan area loket Pos Indonesia untuk mendekatkan produk tani berkualitas ke masyarakat.
Kolaborasi ini memanfaatkan infrastruktur logistik dan aset properti milik Pos Indonesia untuk membangun sistem Supply Chain Management (SCM) yang terintegrasi.
Pada tahap awal, kerja sama mencakup penyediaan 20 outlet penjualan dan 5 hub distribusi. Ke depan, cakupan tersebut berpotensi diperluas hingga 2.000 outlet Pos dan 500 gudang atau hub. Selain itu, Pos Indonesia juga menyediakan layanan distribusi komoditas dari gudang menuju outlet maupun lokasi lain yang disepakati.
Untuk skema revenue sharing dari kerja sama yang berakhir hingga 2030 ini disepakati sebesar 3,5% secara flat dari total omzet penjualan, berlaku jika omzet bulanan setiap outlet mencapai target minimum Rp50 juta. RTN bertindak sebagai pengelola perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan yang dihasilkan bersama petani lokal, sementara Pos Indonesia mendukung proses penyimpanan, distribusi, hingga penjualan langsung kepada konsumen melalui outlet Pos.
Direktur Operasi PT Pos Indonesia Donny Maya Wardhana mengatakan, dengan kehadiran Agripost, petani memiliki pasar baru, yang artinya harga di pemasok dan konsumen itu mempunyai kesetaraan harga.
“Kepastian harga terjamin, dan kami tidak hanya membuka layanan di kota saja, melainkan hingga 2.000 titik, di mana Pos Indonesia saat ini memiliki lebih dari 4.000 titik. Artinya apa, kepastian harga tidak hanya ada di kota besar, tapi juga akan ada di kota kedua dan ketiga. Distribusi akan lebih efisien, tidak hanya di offline, tapi juga di online,”ujarnya.
Sementara Direktur Komersial PT Pos Indonesia Fahdel Akbar mengungkapkan, peran Pos Indonesia sebagai operator Supply Chain yang juga menjaga pasokan harga. Pembukaan outlet secara bertahap ke seluruh Indonesia.
“Tahun ini rencana 300 outlet, sementara Jabotabek dulu, berkala sampai 2029 secara nasional sebanyak 2.000 titik,” ujar Fahdel seraya menambahkan kalau gebrakan ini sudah disiapkan sejak lima bulan lalu.
Sementara, Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara (RTN) Bahtiar optimistis, RTN yang saat ini telah memiliki 27.400 petani, produk pertaniannya dapat terserap pasar.