Direktur Utama : Kostaman Thayib
Wakil Direktur Utama : Indivara Erni
Direktur : Madi Darmadi Lazuardi
Direktur : Martin Mulwanto
Direktur : YB Hariantono
Direktur : Heriwan Gazali
Direktur : Mariam
Direktur : Jemy Kristian Soegiarto
Paparan Kinerja Tahun Buku 2025
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36 triliun. Perolehan laba Bank Mega dikontribusikan melalui kenaikan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 Triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 Triliun. Pencapaian ini menempatkan Bank Mega masuk ke dalam jajaran 10 besar di industri dari sisi pendapatan laba.
Bank Mega juga menunjukkan pertumbuhan yang positif dari sisi asset, dimana total aset pada akhir tahun tercatat mencapai Rp140,83 triliun, meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada penyaluran kredit, Bank Mega tetap fokus pada segmen korporasi. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 4% menjadi Rp67,23 triliun. Kualitas kredit juga tetap terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65%. Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan sebesar 14% menjadi Rp104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh Deposito, namun saldo CASA meningkat sebesar 2% dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp28,14 triliun.
Fundamental keuangan Bank Mega juga tetap kuat. Hal ini tercermin dari rasio permodalan (CAR) yang berada di level 30,49% serta kebijakan Bank untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level kisaran 70%. Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kinerja yang solid, antara lain Return on Assets (ROA) sebesar 3,10%, Return on Equity (ROE) sebesar 15,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,18%, serta rasio efisiensi BOPO sebesar 69,12%.
Ke depan, Bank Mega telah menetapkan target kinerja untuk tahun buku 2026 dengan optimisme yang terukur. Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun, total kredit mencapai Rp74 triliun, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp111 triliun, serta total aset ditargetkan tumbuh menjadi Rp149 triliun. Strategi yang akan dilakukan untuk mencapai Rencana Bisnis Bank tersebut, yaitu:
1. Menjaga stabiltas likuiditas dengan mendorong pertumbuhan Dana Murah (low cost funding)