Jakarta, Kabarkansaja.com - Founder & Komisaris Utama Prodia Andi Widjaja (enam dari kanan), Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty (tujuh dari kanan), Direktur Direktorat Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (delapan dari kanan), bersama dari kiri ke kanan, Vice President of Diagnostic Operations Prodia Lies Gantini, AVP Legal, Investor Relations & Corporate Secretary Prodia Marina Eka Amalia, Wakil Ketua Komunitas Indonesia Rare Disorders (IRD) Herning, Konselor Genetik Prodia dr. Iffa Mutmainah, M.Si.Med, Direktur Digital Service Transformation & IT Prodia Andri Hidayat, Direktur Business & Marketing Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati, Direktur Keuangan Prodia Liana Kuswandi, Komisaris Independen Prodia Keri Lestari, Komisaris Prodia Endang W. Hoyaranda, Ketua Indonesia Rare Disorders (IRD) Yola Tsagia, Molecular Predictive & Diagnostic Lab Head Prodia Winny, dan Head of Research & Speciality Test Development Prodia Miswar Fattah foto bersama saat penutupan CSR Prodia & IRD Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dalam rangka memperingati Hari Penyakit Langka Sedunia pada 28 Februari mendatang, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA/Prodia) bekerja sama dengan Indonesia Rare Disorder (IRD) menyelenggarakan kegiatan CSR berkelanjutan bertema “Kesetaraan Akses melalui Inovasi Tes Terbaru untuk Komunitas Penyandang Penyakit Langka”, sebagai penutup rangkaian program pemeriksaan Whole Exome Sequencing (WES) gratis bagi Orang dengan Penyakit Langka (Odalangka) yang telah dilaksanakan sejak Februari 2025.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Prodia melalui pilar Promoting Healthcare Services for All dan Involving People, mendukung pencapaian SDGs 3 (Good Health and Well-being) dan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dalam upaya membangun layanan kesehatan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan bagi Odalangka. (K1)